Jumat, 25 November 2011

Pragmatik ( Tugas AP 1C )



Konsep Pemrograman


Ada 3 hal yang berhubungan dengan bahasa pemrograman, yaitu :
1.   Sintaks adalah aturan gramatikal atau komposisi suatu program yang mengatur tata cara penulisan huruf, angka dan karakter lainnya. Sintaks ini berhubungan dengan struktur bahasa.

2.     Semantik adalah sebuah bahasa yang menggambarkan hubungan antara sintaks dan model komputasi. Singkat kata, semantik ini menjelaskan arti dari program.

3.  Pragmatik berhubungan kemudahan implementasi dan efisiensi. Ini berhubungan dengan peng-kodingan dalam suatu bahasa pemrograman.


Antara Pragmatik dan Semantik

Pragmatik dan semantik keduanya membicarakan makna. Perbedaan keduanya terletak pada penggunaan kata kerja to mean sebagaimana dalam pertanyaan berikut ini (Leech, 1983).
1. What does X mean? (Apa arti X?)
2. What do you mean by X? (Apa maksudmu dengan X?)
Pada umumnya semantik menganggap makna sebagai suatu hubungan yang melibatkan dua segi (dyadic), seperti pada kalimat (1) sedangkan pragmatik menganggap makna sebagai suatu hubungan yang melibatkan tiga segi (triadic), sebagaimana tercermin pada kalimat (2) di atas. Dengan demikian, dalam pragmatik makna diberi definisi dalam kaitannya dengan penutur, sedangkan dalam semantik makna didefinisikan semata-mata sebagai ciri-ciri ungkapan dalam bahasa tertentu yang terpisah dari penuturnya (Leech, 1983).
Pendapat lain mengatakan bahwa perbedaan antara semantik dan pragmatik terletak pada konteks. Meskipun antara pragmatik dan semantik memiliki perbedaan namun disisi lain kedua bagian linguistik ini justru memiliki hubungan yang sinergis dan saling melengkapi walaupun agak sulit untuk dibuktikan secara obyektif.
Joko Nurkamto (2000) menyimpulkan bahwa kajian semantik cenderung mengkaji makna yang terlepas dari konteks ujaran. Sedangkan pragmatik membicarakan makna dengan mempertimbangkan konteks ujaran tersebut. Oleh karena itu, dalam memahami ujaran semisal: “Gadis itu cantik,” semantik hanya mempertimbangkan faktor-faktor internal bahasa dalan ujaran itu, yaitu kosa kata dan hubungan antar kosa kata itu; sedangkan pragmatik mempertimbangkan siapa yang mengatakan kalimat itu, di mana, kapan, dan dalam situasi apa, di samping faktor-faktor internal bahasanya. Bagi semantik, ujaran di atas hanya berarti pemberitahuan bahwa gadis itu berwajah cantik; namun bagi kajian pragmatik ujaran di atas dapat berarti ganda, yaitu: pemberitahuan bahwa gadis itu berwajah cantik, anjuran atau keingnan bagi seorang pemuda untuk mengenali dan mendekatinya, atau yang lebih dari sekedar itu tergantung pada konteksnya.
Meskipun berbeda, dalam memahami makna suatu ujaran keduanya bekerjasama secara komplementer. Artinya, makna suatu ujaran tidak dapat hanya didekati dari salah satu satu sisi, baik semantik maupun pragmatik, melainkan harus dilihat dari keduanya. Dalam contoh di atas, misalnya, orang tidak akan dapat memahami bahwa ujaran “Gadis itu cantik” berarti anjuran atau keingnan bagi seorang pemuda untuk mengenali dan mendekatinya (Pragmatics). Apabila ia tidak memahami makna dasarnya maka hal itu masuk bidang semantik (semantics).




SEJARAH SINGKAT PRAGMATIK 
Munculnya istilah pragmatik dapat dihubungkan dengan seorang filsuf yang bernama Charles Morris(1938). Ia sebenarnya mengolah kembali pemikiran para filsuf pendahulunya seperti Locke dan Peirce mengenai semiotik (ilmu tanda dan lambang). Oleh Morris semiotik dibagi menjadi tiga cabang: sintaksis, semantik, dan pragmatik. Sintaksis mempelajari hubungan formal antara tanda-tanda,semantik mempelajari hubungan antara tanda dengan obyek, dan pragmatik mengkaji hubungan antaratanda dengan penafsir. Tanda-tanda yang dimaksud di sini adalah tanda bahasa bukan tanda yang lain.Perubahan linguistik di Amerika pada tahun 1970-an diilhami oleh karya filsuf-filsuf seperti : Austi (1962)dan Searle (1969), yang melimpahkan banyak perhatian pada bahasa. Teori mereka mengenai tindakujaran mempengaruhi perubahan linguistik dari pengkajian bentuk-bentuk bahasa (yang sudah mapandan merata pada tahun 1950-1960-an) ke arah fungsi-fungsi bahasa dan pemakaiannya dalamkomunikasi.Di Indonesia konsep pragmatik baru diperkenalkan pertama kali dalam kurikulum bidang studi BahasaIndonesia (Kurikulum 1984) yang diterbitkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Bila dibandingkan dengan munculnya istilah pragmatik (1938) kita tampaknya jauh ketinggalan dari mereka.Yang penting adalah apa sebenarnya yang dimaksud dengan pragmatik dalam hubungannya dengankajian bahasa.



Definisi Pragmatik
 Pragmatik adalah cabang ilmu bahasa yang mempelajari struktur bahasa secara eksternal, yakni bagaimana satuan kebahasaan itu digunakan dalam komunikasi. Menurut Leech (1993), pragmatik adalah studi mengenai makna ujaran dalam situasi tertentu. Sementara Levinson (dalam Siregar 2002) men definisikan pragmatik mengenai relasi antar bahasa dan konteks yang merupakan dasar bagi suatu catatan atau laporan pemahaman bahasa. Dengan demikian ini mengenai kemampuan pemakai bahasa dalam menghubungkan serta menyerasikan kalimat-kalimat dan konteks secara tepat.

Fungsi Pragmatik


Fungsi pragmatik adalah Menguraikan derajat dengan suatu bahasa pemrograman kepada model perhitungan dalam fungsi dan kegunaannya masing-masing, dengan kemudahan implementasi, efisiensi atau efektifitas aplikasi, metodelogi pemograman yang terdapat di dalamnya.



Konsep Dasar Pragmatik

Konsep dari pragmatik adalah
·          Logic Programming dan Software Engineering
·        Variabel Logika
·        Arithmetik

Contoh dari Pragmatiks adalah :
– Pemanfaatan dan Alokasi memori yang tepat
– Kecepatan pemrosesan
– Pada bahasa pemograman JAVA atau C++

Kelebihan Penggunaan Pragmatik

• Heap & Pointer
    a. free-space list
    b. allocator
    c. dealocator
    d. garbage
    e. danlling references
    f. references count
    g. garbage collection

• Coroutines
    a. Memisahkan simulation language dengan problem
    b. Menyediakan struktur kontrol yang lebih natural

• Safety
    a. Pemeriksaan penulisan nama variabel (konsistensi)
    b. Pendeklarasian yang tepat
    c. Fasilitas pengecekan yang mengurangi redundansi



Pragmatik dalam Konteks Bahasa Pemograman

Pragmatik berhubungan dengan kemudahan implementasi dan efisiensi. Dalam hubungannya dengan bahasa pemrograman, seorang programmer harus bisa memastikan efisiensi dalam melakukan peng-coding-an. Dalam bahasa C, programmer diberikan kekuasaan untuk mengalokasikan memori. Sebagai akibatnya, apabila programmer lalai dalam mengontrol variabel-variabel yang dihasilkan dari hasil assignment pointer, maka akan terjadi kebocoran memori. Ini diakibatkan apabila seorang programmer mengcreate sebuah variabel pointer, dan kemudian menghapusnya, informasi tersebut masih ada dalam memori, hanya saja sudah tidak bisa diakses lagi.

Efisiensi Aplikasi
 Efisiensi aplikasi adalah perbandingan yang terbaik antara input (masukan) dan output (hasil antara keuntungan dengan sumber-sumber yang dipergunakan), seperti halnya juga hasil optimal yang dicapai dengan penggunaan perangkat/sistem yang terbatas. Dengan kata lain hubungan antara apa yang telah diselesaikan. Misalnya dalam penggunaan aplikasi kita harus menggunakan aplikasi yang efisien dan tdk memberatkan hardware namun output yg dihasilkan sesuai dengan apa yg dibutuhkan, atau dalam pemrograman seorang programer harus bisa membuat program yg efisien dengan menghilangkan perintah-perintah yang tidak berguna atau useless.


Prinsip Implementasi
 Implementasi harus efisien dalam penggunaan waktu dan ruangnya. Prinsip Memprogram harus ditulis dalam suatu bahasa yang mencerminkan daerah masalah.

Metodologi Pemrograman


Metodologi pengembangan program pertama kali diperkenalkan oleh Prof E.W Dykstra pada tahun 1960. Pemrograman terstruktur untuk mengurangi pemakaian instruksi GOTO
Ciri – ciri Program Terstruktur (Good Program)
Ø  Run correctly
Ø  Run efficiently
Ø  Be easy to read and understand
Ø  Be easy to debug
Ø  Be easy to modify

Langkah – langkah Pengembangan Program
1. Definisikan masalah
• Keluaran (Output)
• Masukan (Input)
• Proses (Proces)

2. Rancang outline pemecahan masalah
• Buat langkah – langkah proses
• Buat rincian/detail Proses
• Tentukan Variable dan record
• Tentukan struktur kontrol (pengulangan, kondisi, dsb)
• Buat logika ‘Mainline’

3. Buat algoritma berdasarkan outline pemecahan masalah
4. Test algoritma
5. Coding
6. Execute
7. Dokumentasi dan pemeliharaan


Daftar Pustaka


http://www.scribd.com/doc/48254615/SEJARAH-SINGKAT-PRAGMATIK
http://blograhmatfadli.blogspot.com/2010/10/pragmatics.html
http://pribadiraharja.com/augury/jobs/akademik/bahanAjar/pestruk/pestruk-suplemen1.pdf
http://www.jurnallingua.com/edisi-2006/5-vol-1-no-1/31-pragmatik-konsep-dasar-memahami-konteks-tuturan.html
http://haniluthfiaaz.wordpress.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar